Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Putusan Sidang Etik BPK Kudu Dibuka Untuk Rakyat

ICW Menang Di PTUN Jakarta

Bongkar  KAMIS, 06 APRIL 2017 , 10:25:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Putusan Sidang Etik BPK Kudu Dibuka Untuk Rakyat

Foto/Net

RMOL. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memutu­kan, mengabulkan permohonan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam sengketa informasi melawan Badan Pengawas Keuangan (BPK).

Sengketa informasi itu be­rawal dari tidak diberikannya salinan putusan sidang Majelis Kehormatan Kode Etik (MKKE) dan sidang BPK atas nama Efdinal yang saat itu menjabat sebagai Kepala BPK perwakilan Jakarta.

Peneliti ICW, Lais Abid menuturkan, pada November 2015 pihaknya melaporkan kasus dugaan konflik kepentingan dan pelanggaran etik yang diduga dilakukan oleh Kepala BPK Perwakilan Jakarta, Efdinal, ke MKKE BPK. Pada Maret 2017 ICW mendapatkan informasi bahwa MKKE BPK RI telah me­mutus dan memberikan sanksi terhadap Efdinal.

"Namun sayangnya ICW se­bagai pelapor tidak diberikan informasi berupa salinan putu­san sidang MKKE dan sidang BPK RI," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dengan menggunakan me­kanisme UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, ICW mencoba untuk meminta informasi tersebut ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BPK. Namun permintaan informasi yang dilayangkan oleh ICW di­tolak karena dianggap informasi tersebut adalah informasi yang dikecualikan.

"Kasus tersebut berlanjut hingga ke tahap ajudikasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) dan memenangkan ICW sebagai pemohon informasi," kata Lais.

Dalam putusan KIP no. 033/V/KIP-PS/2016 yang dikeluarkan pada tanggal 19 Desember 2016, KIP memerintahkan BPK untuk memberikan seluruh informasi yang dimintakan oleh ICW. Majelis menilai bahwa informasi tersebut adalah bukan informasi yang dikecualikan berdasarkan pasal 17 UU 14/2008.

Namun, pasca putusan KIP tersebut, BPK masih bersik­eras bahwa informasi yang diminta ICW adalah informasi yang dikecualikan berdasarkan Peraturan BPK No 3 tahun 2011 tentang Pengelolaan Informasi Publik Pada Badan Pemeriksa Keuangan.

Selain itu, argumentasi yang digunakan oleh BPK juga ber­dasar pada Keputusan Sekretaris Jenderal BPK Nomor 3/K/X-XIII.2/1/2015 tertanggal 16 Januari 2015 tentang Daftar Informasi Publik yang dikec­ualikan di Lingkungan BPK. Diantaranya, dokumen/risalah hasil rapat dan sidang badan.

Peneliti ICW, Wana Alamsyah, menyebutkan karena kalah di KIP, BPK menempuh jalur hukum ke PTUN dengan menggugat hasil keputusan yang dikeluarkan oleh KIP. Proses pemeriksaan telah dilakukan di PTUN Jakarta se­jak Januari 2017. Pada 3 April lalu, majelis hakim PTUN Jakarta membacakan putusan gugatan sengketa informasi.

"Hasilnya menyatakan menolak permohonan BPK dan memperkuat putusan Komisi Informasi untuk memberikan informasi tersebut kepada ICW. Bahkan majelis hakim menyata­kan bahwa permintaan informasi yang dilakukan oleh ICW adalah bentuk pengawasan terhadap badan bublik," kata Wana.

Ditegaskannya, putusan ini merupakan kemenangan ICW dan masyarakat dalam men­gakses informasi di badan pub­lik. Oleh karena itu ICW mem­inta BPK untuk membuka dan memberikan salinan putusan hasil sidang MKKE dan sidang BPK.

Sebelumnya, ICW melaporkan Efdinal terkait dugaan konflik kepentingan dan pelanggaran etik. Hal ini dimulai ketika Efdinal yang belum menjadi Kepala BPK Perwakilan DKI Jakarta menawarkan 4 bidang tanah miliknya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Namun penawaran sebanyak 6 kali yang dilakukan sejak 2005 sampai 2013 tidak digubris dengan alasan aset tersebut milik Pemprov. Efdinal lalu meminta Kepala BPK Perwakilan DKI Jakarta untuk memeriksa status lahan yang terletak di tengah TPU Pondok Kelapa. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

, 23 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

KPK Harus Diformat Ulang!

KPK Harus Diformat Ulang!

, 23 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

, 23 AGUSTUS 2017 , 17:46:00

Miniatur Masjid Al Aqsa

Miniatur Masjid Al Aqsa

, 23 AGUSTUS 2017 , 00:34:00

Sarapan Colenak

Sarapan Colenak

, 22 AGUSTUS 2017 , 10:10:00