Rita Widyasari

Ampuuuun Bu Polwan, Saya Ndak Nyewain Brondong

Humor Politik  SELASA, 04 APRIL 2017 , 13:44:00 WIB | OLEH: HENDRA J KEDE

POLISI saat ini sudah punya direktorat khusus yang menangani cyber crime, kriminal di dunia maya alias pelanggaran hukum di dunia maya.

Salah satu tugasnya adalah menelusuri dan menegakan hukum terkait "Cyber Porn", pornografi di dunia maya. Namanya Direktorat Cyber Crime, yang berada langsung di Markas Besar Kepolisian.

Sebagai Direktorat baru, entah untuk menunjukan eksistensinya atau saking semangatnya, sedikit saja ada Petunjuk Awal adanya pelanggaran di dunia maya, langsung ditelusuri sampai tuntas. Dan jika sudah jelas siapa dan di mana pelakunya langsung digrebek. Wah hebaaaat ya....makanya harus hati-hati nih berurusan dengan dunia maya...

Suatu pagi, terdeteksi ada akun amatiran pornografi....lha kok amatiran...? Iyalah... buktinya gampang kelacak. Akun itu menampilkan konten pornografi dan human trafiking.... serius ini.... lha gimana tidak, simak saja tulisannya

_"Disewakan BRONDONG. KUAT dan TAHAN LAMA. Minat hubungi nomer ini...... atau lewat WA juga bisa.... Siap antar langsung"_

Unit pelacak cyber langsung rapat singkat dan menelusuri akun tersebut. Dengan keahlian yang sudah terlatih berkelas, dalam waktu singkat sudah bisa dideteksi alamat akun tersebut, bahkan alamat rumah pemilik akunpun sudah dikatongi. Amatiran banget..... rumah saja sampai dicantumin....

Polisi mengatur strategi untuk menjebak pelaku.... Kalau digrebek akan percuma..... sulit dapat Barang Bukti (BB).

Diputuskan untuk meinugaskan salah seoranh Polwan untuk melakukan kontak.... seolah-olah tertarik dengan tawaran di akun tersebut.... singkat cerita komunikasi pun pindah pakai WA....

Polwan mengirim ulang vua WA cupture iklan disertai komentar : "Ini beneran kan?"

Jawaban : "Bener...., dijamin...."

Polwan dan Diyo, begitu nama yang punya akun mengenalkan diri setelah kontak berpindah ke WA, sepakat untuk bertemu di suatu tempat, 'barang' akan diantar langsung tanpa perantara.... tanpa jasa kurir..... Harga pun sudah disepakati.....

Sepasukan kecil tim sudah siap untuk melakukan tangkap ditempat dan mengamankan BB begitu transaksi dijalankan antara Diyo dan Polwan.....

Sesuai waktu dan tempat yang disepakati, datanglah Diyo mengantarkan barang.....naik motor pastinya....

Karena ciri-ciri dan pakaian yang akan dipakai sebagai pengenal sudah disepakati.... mudah saja Diyo mengenali Polwan berpakaian biasa

Laki-Laki Muda : "Mbak Susi ya?", sesuai nama samaran Sang Polwan yang diberikan via WA

Polwan : "Iya, Mas Diyo ya?"

Sang Polwan mulai siap-siap transaksi jebakan

Laki-laki : "Bukan Mbak... Saya Joni... Saya hanya ngantar Mbah Diyo saja...maklum si Mbah sudah tua"

Sambil Joni mengenalkan Mbah Diyo ke Polwan

Ternyata Diyo sudah mbah-mbah pikir Polwan.... "Ini siapa Mbah?" Tanya Polwan ke Mbah Diyo sambil nunjuk Joni yang memang punya body atletis.... lha atlet renang di kampus....

"Ini Joni cucu saya Mbak..." Mbah Diyo menjelaskan

"Mbak yang WA saya ini tho?" lanjut Mbah Diyo sambil nunjukan WA

Polwan "Iya betul..."

Polwan memandang dengan wajah heran campur tanya kok segitunya kakek dan cucu.

"Itu Mbak, barangnya di sana masih baru dan kuat....saya jamin tahan lama" kata Mbah Diyo sambil menunjuk motor dan saat itu Joni lagi dekat motor ngambil kunci motor yang ketinggalan.

" Iya, mari kita ke sana dan ini uangnya sesuai harga yang kita sepakati" jawab Polwan sambil mengasihkan uang dan berjalan menuju motor. Tak lupa Polwan ngasih kode ke tim sergap kalau transaksi sudah selesai dan penangkapan bisa dilakukan

Team bergerak....siap-siap mau tangkap ditempat.

Sebelum tim sergap sampai di tempat....

"Ini barangnya Mbak, mau saya naikkan langsung ke motor Mbak atau gimana" kata Mbah Diyo sambil menurunkan sesuatu dari motor dibantu Joni.

Polwan melongo....

"Lho ini apa-apaan Mbah....?" jawab Polwan kebingungan

"Mbak kan pesan ini dari saya.... setelah Mbak bayar tentu saya serahkan....apa perlu saya antar sekalian karena Mbak mbayarnya mahal banget..." jawab mbah Diyo polos khas mbah-mbah.

"Ini kan BRONJONG mbah...?" tanya Polwan dengan penekanan sambil melirik Joni

"Saya memang nyewakan BRONJONG mbak, seperti saya tulis dalam akun saya...." jawab si mbah.

Polwan langsung ambil hp dan ngliatin ke Mbah Diyo cupture iklan di akun Mbah Diyo

"Nah, coba Mbah Diyo lihat dan baca yang benar. Ini yang Mbah Diyo iklankan di akun pribadinya kan?" Polwan berusaha memastikan.

Lama Mbah Diyo meneliti capture yang ditunjukkan calon pelanggannya, pake nyocokan dengan hp-nya segala. Akhirnya dengan muka merah karena malu ngomong Mbah Diyo menjelaskan,

"Duh, mohon maaf Mbak..eh Bu... eh Mbak saya yang salah...maklum sudah tua... maksud saya....maksud saya waktu buat iklan itu mau nulis BRONJONG.... eh ketulis BRONDONG..... Maaf ya Bu.... eh Mbak...." Mbah Diyo menjelaskan dengan wajah merah.

Saat itu tim sergap sampai di tempat, baik yang berpakaian seragam maupun yang berpakaian menyamar...

Mbah Diyo gemetaran karena Mbak Susi sudah buka jaket dan ternyata berpakaian dinas Polwan.

"Ampuuuunnnn Bu Polisi.... maaf... saya ndak sengaja....jangan tangkap saya...," Mbah Diyo gemetaran ambil memohon dengan polosnya diikuti Joni

Setelah dijelaskan Polwan penyamar, pecahlan tawa tim sergap.... sesekali keluar celetukan saling ledek sesama tim sergap dalam perjalanan balik ke kantor... "Sewa BRONDONG.... eh BRONJONG...maaf salah nulis satu huruf doang hahahahahaha....."

Mbah Diyo dan Joni pulang membawa bronjongnya kembali plus sedikit pengganti bensin dari Mbak Polwan.

"Brondong.... brondong.... eh bronjong.... bronjong..." kalimat tersebut mulai sering terdengar di pasar untuk saling ledek sesama pedagang sekedar pelepas kepenatan dan kelesuan pasar karena sekarang pasar modern sudah masuk kampung-kampung dan pembeli lebih suka ke Indomaret dan Alfamart yang ber AC ketimbang ke pasar tradision....

"Ada yang mau sewa BRONDONG.... eh... BRONJONG?"

"Hahahahahahaha....." [***]

Catatan : Bronjong biasa dipakai pedagang sayur untuk membawa barang dengan sepeda motor, diletakan di jok belakang dengan bak di kiri-kanan sebagai tempat barang. Biasa juga disewakan di pasar kecil tradisional daerah Wonogiri, Jawa Tengah.
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
100%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Amien Rais Minta Jokowi Pelototi Ribka Tjiptaning