Verified

Bagus Nih Kalau Kapolri Juga Tangkap Backing-nya

Oknum Polisi Ditangkap Tim Saber Pungli

Bongkar  SELASA, 04 APRIL 2017 , 10:27:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bagus Nih Kalau Kapolri Juga Tangkap <i>Backing</i>-nya

Foto/Net

RMOL. Sebanyak tujuh perwira polisi dan seorang PNS di Polda Sumatera Selatan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Mabes Polri, beberapa waktu lalu.

Mereka diduga terlibat pungli dalam penerimaan calon Brigadir Polisi tahun 2016 dan Sekolah Inspektur Polisi Sarjana tahun 2017. Uang sebesar Rp 4,7 miliar yang diduga hasil pungli disita Tim Saber Pungli yang berasal dari Propam Mabes Polri.

Koordinator Divisi Hukum dan Monitor Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satria Langkun mengapresiasi langkah Polri dalam memerangi praktek pungli di internal kepolisian.

"Langkah ini tentu saja akan memperbaiki citra Polri dan sekaligus mendorong perbaikan dalam pelayanan publik dan penerimaan calon anggota Polri maupun sekolah di lingkungan Polri menjadi clean and clear atau bebas dari korupsi," katanya di Jakarta, kemarin.

Meski demikian, ICW mendesak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bertindak lebih keras terhadap oknum polisi yang ter­libat. Serta membongkar pihak lain yang diduga terlibat atau me­lindungi (backing) atau menerima setoran yang berasal dari pungli.

Tama mengusulkan, proseshukum yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli mesti trans­paran agar publik juga dapat mengawasi. "Oknum polisi yang tertangkap tangan atau terbukti melakukan tindakan pungli har­us diproses secara berlapis, baik administratif maupun pidana," sebutnya.

ICW berharap, para oknum yang terlibat diberikan hukuman disiplin atau sanksi administratif paling maksimal, yaitu penco­potan dari jabatan atau dipecat sebagai anggota Polri. Hukuman disiplin tersebut diatur dalam Pasal 9 Peraturan Pemerintah (PP) No 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Para pelaku juga harus dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). "Pungutan secara tidak sah yang dilakukan oknum polisi yang juga pegawai negeri dapat digo­longkan perbuatan pemerasan berdasarkan Undang-Undang No 31 tahun 1999 jo Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor)," jelas Tama.

"Pelakunya merupakan aparat hukum yang seharusnya paham mengenai hukum dan menjadi teladan bagi masyarakat, dan mendorong percepatan zona anti korupsi di lingkungan Polri," imbuhnya.

Tama menambahkan, pem­berian efek jera kepada pelaku akan dapat mendorong percepa­tan reformasi internal Polri yang titik sentralnya pada pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri.

Sebaliknya jika hukumannya "lembek" hanya berupa sanksi administratif ringan dan sedang serta tanpa proses pidana maka hanya akan menurunkan citra Polri saja. Bahkan hanya mem­buat pelaku tiarap sesaat dan berpotensi melakukan tindakan serupa dimasa mendatang.

Sebelumnya, delapan ang­gota Polda Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap karena ke­tahuan menerima uang sogok dalam proses rekruitmen ang­gota Polri. Mereka sedang dalam pemeriksaan intensif Propam Mabes Polri.

Karo Penmas, Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terungkap ada penyimpangan dalam proses rekruitmen anggota kepolisian.

"Didapatkan beberapa ang­gota polisi yang melakukan penyimpangan rekrutmen. Dari mereka disita uang Rp 4,7 miliar dari beberapa periode rekrut­men anggota Polri," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/3). ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Persiapan Pertemuan IMF-WB

Persiapan Pertemuan IMF-WB

, 20 OKTOBER 2017 , 02:09:00

JK Mendarat Di Turki

JK Mendarat Di Turki

, 20 OKTOBER 2017 , 04:30:00