Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Serapan Anggaran Kemenristekdikti Masih Minim

DPR RI / MINGGU, 10 JUNI 2018 , 10:56:00

Serapan Anggaran Kemenristekdikti Masih Minim

Bara K. Hasibuan dan Tjatur Sapto Edy/Humas DPR

RMOL. Komisi VII DPR akan selalu berjuang agar alokasi anggaran untuk riset dan teknologi ditingkatkan secara drastis oleh pemerintah.
Prioritasnya adalah pada riset dan teknologi sesuai dengan program Presiden Jokowi dan juga komitmen dari pemerintah.

Demikian ditegaskan anggota Komisi VII DPR, Bara K. Hasibuan saat Rapat Kerja dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) beserta jajarannya di gedung Nusantara I Senayan, Jakarta, pekan lalu

"Saat ini, alokasi anggaran pendidikan tinggi Rp 40 triliun dan untuk riset dan teknologi itu hanya Rp 1 triliun plus Rp 5 triliun untuk seluruh lembaga di lingkup Kemenristekdikti," sebut Bara.

Bara menekankan, alokasi anggaran yang besar bagi riset dan teknologi juga tuntutan kebutuhan abad 21 yang merupakan abad kompetitif. "Suatu bangsa untuk menang dalam kompetisi itu harus kuat secara inovasi dan ilmu pengetahuan riset dan teknologi," terangnya.

Selain itu, lanjut Bara, Komisi VII juga mendorong agar pemerintah mengimbangi dengan peningkatan kapasitas kementerian dan lembaga-lembaga untuk melakukan implementasi terhadap program yang menyerap anggaran secara efektif.

Politisi Partai Amanat Nasional ini sempat mempertanyakan satu program yang serapannya saat ini baru mencapai 5 persen.

"Kami minta kejelasan apa kendalanya, sehingga serapan tersebut tidak maksimal. Apakah sumber daya manusianya ataukah ada kendala yang lain," tegasnya.

Bara tetap optimis Kemenristekdikti akan mengoptimalkan serapan anggaran hingga akhir 2018.

"Kita akan pantau per triwulan kami akan pantau para mitra kerja untuk melakukan presentasi dan laporan atas kinerja dan anggaran mereka," pungkasnya. [wid/***]










Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)