Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Penyaluran KUR di Sulsel Sudah Tepat Sasaran

DPR RI / KAMIS, 17 MEI 2018 , 12:37:00

Penyaluran KUR di Sulsel Sudah Tepat Sasaran

Andreas Eddy Susetyo/Humas DPR

RMOL. Komisi XI DPR menilai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan oleh Bank Mandiri di Provinsi Sulawesi Selatan sudah tepat sasaran.
Salah satu bukti keberhasilan program itu adalah dengan dilakukannya sebuah terobosan inovasi pengemasan coto makassar dalam bentuk kemasan seperti mie instan.

"Kami melihat hal ini bisa menjadi potensi pemasaran yang sangat besar. Kami juga menginginkan agar Bank Mandiri membantu di dalam aspek-aspeknya, sehingga pelaku KUR ini bisa cepat berkembang," ucap anggota Komisi XI DPR, Andreas Eddy Susetyo di Makassar, Sulsel, Sabtu (12/5) pekan lalu.

Andreas menjelaskan bahwa KUR merupakan program yang dirancang oleh pemerintah untuk memberikan akses permodalan kepada usaha kecil menengah.

"Dengan KUR ini diharapkan usaha-usaha mikro yang masih kecil dapat naik kelas menjadi usaha kecil dan menengah," ujarnya.

Selama ini masih menjadi keluhan, lanjut Andreas, untuk mikro yang di bawah Rp 25 juta masih dimintakan agunan. Padahal seharusnya agunan bukan menjadi persyaratan utama, karena yang terpenting adalah prospek usahanya.

"Kami mengharapkan pihak perbankan ikut melakukan pendampingan. Karena kunci dari semuanya adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan usahanya. Kalau hanya diberi kredit saja tanpa didampingi dengan manajemennya, maka potensi gagalnya cukup besar," imbuhnya.

Andreas menilai anggaran untuk KUR yang ada sekarang masih sangat kurang, dan di beberapa tempat masih belum tepat sasaran.

"Kriteria tepat sasaran yaitu bagaimana dia (pelaku usaha) bisa menumbuhkan usaha mikro kemudian berkembang menjadi usaha kecil, dan selanjutnya bisa menjadi usaha menengah," papar Andreas.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan bahwa dengan adanya KUR tersebut diharapkan dapat memunculkan wirausahawan dan wirausahawan muda, serta wirausaha kaum perempuan.

"Dengan menjadi wirausaha, mereka bukan mencari pekerjaan, tetapi justru akan menciptakan lapangan pekerjaan," pungkasnya. [wid/***]



Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)