Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

BNN Diusulkan Untuk Dikembalikan Ke Dinas Kepolisian

DPR RI / MINGGU, 08 OKTOBER 2017 , 05:00:00

BNN Diusulkan Untuk Dikembalikan Ke Dinas Kepolisian

Sinergi Narkoba/DPR

RMOL. Wakil Ketua Baleg DPR RI Dossy Iskandar menyoroti bentuk penguatan sinergitas kelembagaan pada proses penyidikan kasus pemberantasan narkotika. Salah satu usul yang mengemuka adalah apakah perlu Badan Narkotika Nasional (BNN) diintegrasikan kembali kepada Dinas Kepolisian sehingga fungsi BNN menjadi pencegahan saja atau sebaliknya untuk diperkuat.
Hal itu dikemukakannya usai meninjau Loka Rehabilitasi BNN Provinsi Kepulauan Riau dalam rangkaian Kunjungan Spesifik ke Kepri, Rabu (4/10). Dalam peninjauan tersebut, Tim Baleg menemui para residen/pengguna narkoba yang tengah direhabilitasi sambil  memberikan motivasi agar tidak lagi menyentuh barang haram (narkotika) kembali.

“Fungsi penguatan proses penyidikan BNN mendapat perhatian cukup lebih dari tim kunjungan kerja spesifik. Persoalan tersebut menjadi sangat urgent dalam proses integrasi dan penyidikannya, maka serahkan saja seluruhnya kepada BNN agar menghasilkan pola penanganan yang terintegrasi,” katanya.

Menurutnya itu merupakan pemikiran-pemikiran yang berkembang yang nanti akan menjadi bahan pembahasan dalam pembicaraan di Baleg. Termasuk bagaimana kurang cekatan penyidik karena keterbatasan UU, kemudian soal hal-hal yang membedakan antara pecandu dengan pemakai, pengedar dan seterusnya.

“Ini perlu dikualifikasi dan dikategorisasi sehingga penanganannya tidak menyulitkan secara tekhnis hukum di dalam pelaksanaannya," papar politisi Hanura itu.

Senada dengan Dossy, anggota Baleg Arsul Sani mengatakan kelembagaan dari lembaga penegak hukum yang melakukan pemberantasan atau penindakan di bidang narkotika. Ia juga mempertanyakan  format yang digunakan, apakah masih menggunakan format seperti sekarang atau dirubah?.

"Tadi kita bertanya juga apakah sebaiknya formatnya seperti sekarang, penindakan atau pemberantasannya dilakukan oleh BNN dan Polri atau misalnya dibedakan," tutur Arsul.

Maksud Arsul untuk dibedakan adalah BNN fokus kepada pencegahan, sedangkan penindakan seutuhnya berada di Polri atau semua yang berada di Polri juga ditarik ke BNN.

"Ini artinya masukan-masukan yang tentu kita harapkan, sehingga kalau pemerintah sudah mengajukan RUUnya kita sudah punya bahan untuk merespon," papar Arsul.

Selain masalah sinergitas kelembagaan, politisi PPP ini juga menyinggung  persoalan putusan hukuman atau sanksi bagi para pengguna, pengedar dan sebagainya.

“BNN bermaksud agar proses hukumnya berujung pada putusan pengadilan berupa perintah untuk merehabilitasi bukan perintah untuk memenjarakan, akan tetapi hal yang menjadi keluhan BNN bahwa kejaksaan kerap menambahkan pasal-pasal yang muaranya menghukum atau memenjarakan orang,” demikian Arsul.[san]


Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)