Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

DPR Pertanyakan Pengelolaan Barang Sitaan Di KPK

DPR RI / RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 10:35:00

DPR Pertanyakan Pengelolaan Barang Sitaan Di KPK

Junimart Girsang/Net

RMOL. Perbedaan data penyerahan kendaraan sitaan dari kasus hukum Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan yang disita KPK dan waktu penyerahan ke rumah penyimpanan benda sitaan negara (rupbasan) jadi bahan pertanyaan Komisi III DPR dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan pimpinan KPK, Senin (11/9).
Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang juga mempertanyakan keberadaan barang-barang sitaan tersebut yang tidak berada di rupbasan.
 
Junimart memaparkan, barang-barang yang terdiri dari 33 kendaraan milik tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu disita pada 27 Januari 2014, namun baru dititipkan kepada Rupbasan Negara Kelas I Jakarta pada 25 Januari 2016 lalu.
 
"Dalam kurun waktu dua tahun ini, dimana keberadaan mobil? Masih ada tidak mobilnya? Kalau dilelang, kapan pelelangannya?" tanya politisi PDI Perjuangan itu.

Selain 33 kendaraan itu, Junimart juga mempertanyakan keberadaan 14 mobil lain milik Wawan yang kembali disita pada 27 Januari 2014. Ia mengaku, pihaknya tidak menemukan informasi keberadaan barang sitaan itu dititipkan di Rupbasan. Selain itu, harta tidak bergerak milik Wawan seperti bidang tanah dan villa di Bali yang disita KPK juga dipertanyakan Junimart.
 
"Hasil investigasi kami dengan pemilik, barang masih bagus dan layak dipakai. Kalau setahun tidak dipakai, tentu ada penyimpanan tempat lain," imbuhnya.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif tak memungkiri kebenaran data yang dipaparkan Junimart. Bahkan, ada beberapa barang sitaan yang belum ada di daftar yang disebutkan Junimart.
 
Syarif menambahkan, barang sitaan dalam kasus Wawan berupa kendaraan sitaan dititipkan di fasilitas parkir yang dimiliki Kementerian Hukum dan HAM. Hal itu karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki oleh rupbasan.
 
"Karena Kemenkumham di Jakarta Selatan dan rupbasan di Jakarta Pusat tidak mencukupi, sebagian di parkir di Jakarta Pusat. Khusus rumah dan tanah di Bali itu dalam perawatan yang bagus," imbuh Syarif. [ian/***]


Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)