Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Kasus Meninggal Bayi Debora Bukti RS Belum Ramah Anak

DPR RI / SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 10:57:00

Kasus Meninggal Bayi Debora Bukti RS Belum Ramah Anak

Ortu Almarhumah Debora/Net

RMOL. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis menyayangkan tidak tertolongnya nyawa bayi Debora, akibat masalah administrasi rumah sakit (RS) berlokasi di Jakarta.
"Kasus itu sangat ironis, karena terjadi di ibukota, yang menjadi pusat pemerintahan. Kalau di Jakarta saja terjadi hal demikian, lalu bagaimana dengan di daerah lain yang terpencil?" kata politisi PKS ini di Jakarta, Senin (11/9).

Selain itu, Iskan mengatakan bahwa meninggalnya bayi Debora juga merupakan puncak gunung es dari belum ramahnya RS bagi penanganan pasien anak selama ini.

"Anak merupakan kalangan yang rentan, oleh karena itu harus diprioritaskan penanganan kesehatannya, apalagi dalam kondisi darurat," imbuhnya dam keterangan tertulis.

Menurut Iskan, seluruh anak di Indonesia memiliki hak sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, apapun status sosialnya. Tidak bisa pihak RS dengan alasan administrasi tidak mau menangani pasien anak yang kritis.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa jika pasien dirujuk ke UGD tidak akan mendapatkan perawatan sebelum administrasi alasan tempat penuh, dan kandang kurang semangat menerima BPJS kalau sudah melebihi target tertentu karena ditenggarai terlalu murah atau karena manejemen yang buruk," katanya.

Iskan menambahkan, bahwa di masyarakat sekarang memang timbul kesan RS hanya memberikan pelayanan kepada mereka yang mampu secara keuangan. Menurutnya, kondisi ini harus dihilangkan.

Ia meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk proaktif dan kordinasi dengan Kementerian Kesehatan melakukan investigasi demi perbaikan kedepan dan dijadikan momentum untuk memperbaiki pelayanan kesehatan bagi seluruh anak Indonesia.

"Sangat mungkin kasus serupa terjadi di banyak tempat, namun belum diungkap ke publik saja. Maka perlu ditelusuri dan dibuatkan rekomendasi bagi penanganan pasien anak yang terbaik," demikian Iskan Qolba Lubis. [rus]

Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)