Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

DPR Ingin Ada Hubungan People To People Dengan Ukraina

DPR RI / MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 20:39:00

RMOL. Dalam rangka meningkatkan hubungan dengan Ukraina, sebanyak 24 rombongan Komisi I DPR RI berkunjung ke Kyiv pada Kamis (10/8) lalu. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari.
Wamenlu Sergiy Kyslytsya yang menyambut para rombongan menyatakan bahwa Ukraina menyampaikan penghargaan atas dukungan Indonesia atas kedaulatan Ukraina di forum internasional. Wakil Menlu yang pernah menjadi penasihat Politik Perwakilan Ukraina di Amerika Serikat ini, juga menghargai posisi Indonesia sebagai Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan Negara anggota G-20 dalam menyikapi keutuhan integritas Ukraina.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan terima-kasih atas sambutan pemerintah Ukraina yang baik atas kunjungan Delegasi DPR RI. Diharapkan ke depan hubungan bilateral Indonesia dan Ukraina dapat lebih meningkat. Selain kunjungan pejabat tinggi, diperlukan people to people contact agar terjalin pemahaman sosial budaya antar kedua bangsa.

"Kami memberikan apresiasi kepada Duta Besar RI dan jajaran KBRI Kyiv dalam upaya memantapkan dan mensosialisasikan posisi Indonesia kepada pemerintah dan masyarakat Ukraina," tutup Abdul Kharis Almasyhari  dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (13/8)..

Dijelaskan Abdul bahwa posisi Indonesia dalam menghadapi konflik dunia termasuk konflik yang terjadi di Ukraina Timur adalah sejalan dengan konstitusi yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

"Indonesia secara konsisten mendukung penyelesaian konflik bersenjata di Ukraina Timur dengan cara damai dan mengedepankan penghormatan terhadap hukum internasional," pungkasnya.

Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Ukraina, Georgia dan Armenia, Yuddy Chrisnandi menilai bahwa kunjungan ini mempunyai potensi pasar yang menjanjikan.

"Negara ini adalah Negara dengan wilayah terbesar kedua di Eropa dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta jiwa. Walaupun demikian perlu upaya yang serius untuk mewujudkan hubungan mutual benefit," ujar Yuddy. [ian]

Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)