Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Kunjungan Bersejarah DPR Ke Islandia Garap Kerjasama Geothermal Dan Perikanan

DPR RI / JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 07:57:00

Kunjungan Bersejarah DPR Ke Islandia Garap Kerjasama Geothermal Dan Perikanan

Foto/Net

RMOL. Delegasi DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Agus Hermanto melakukan kunjungan kerja muhibah ke Islandia pada 8 hingga 12 Agustus 2017.
Anggota DPR yang turut menjadi anggota delegasi yaitu: Satya Widya Yudha (Fraksi Partai Golkar), Jazuli Juwaini (Fraksi PKS), Kurtubi (Fraksi Partai Nasdem), Kardaya Warnika (Fraksi Partai Gerindra), Agung Budi Santoso (Fraksi Partai Demokrat), Aliyah Mustika Ilham (Fraksi Partai Demokrat), Rooslynda Marpaung (Fraksi Partai Demokrat) dan Sayed Abubakar A. Asseggaf (Fraksi Partai Demokrat).

Dalam kunjungan tersebut, delegasi DPR mengikutsertakan pejabat Kementerian ESDM RI dan direksi sejumlah BUMN dan perusahaan jasa konsultan di bidang energi dan infrastruktur, yakni: PT. Pertamina Geothermal Energi (PGE), PT PLN Geothermal, PT Geo Dipa Energi, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan AMETIS Institute. Selama kunjungan, delegasi DPR didampingi oleh Duta Besar RI untuk Republik Islandia berkedudukan di Oslo, Yuwono A. Putranto.

Pertemuan dengan Parlemen Islandia yang dalam bahasa setempat disebut Alþingi (baca: althing) merupakan agenda 'wajib' bagi delegasi DPR. Delegasi DPR diterima secara hangat oleh Ketua Parlemen Islandia, Unnur Brá Konráðsdóttir, yang didampingi oleh Ketua Komite Lingkungan Hidup dan Komunikasi Parlemen Islandia, Valgerður Gunnarsdóttir, Dubes Islandia untuk Indonesia yang berkedudukan di Tokyo (Jepang), Hannes Heimisson, serta pejabat dan staf Sekretariat Parlemen Islandia.

Agus Hermanto dan anggota delegasi lainnya bertukar pendapat dengan mitranya di Islandia mengenai peran parlemen dan proses legislatif terkait upaya-upaya pengelolaan geothermal dan sumber daya perikanan. Di akhir pertemuan, delegasi DPR mengusulkan pembentukan friend of parliament atau kontak antar kedua parlemen guna mempermudah komunikasi dan kerjasama antar parlemen kedua negara di masa mendatang yang ditanggapi secara positif oleh Ketua Parlemen Islandia.

Delegasi DPR juga mendapat kehormatan diterima oleh Presiden Islandia, H.E Guðni Th. Jóhannesson di Istana Kepresidenan Bessastaðir. Dalam kunjungan kehormatan ini, Agus Hermanto menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan muhibah delegasi DPR ke Islandia yakni selain dalam rangka bertemu dengan mitranya di Islandia, juga memperkuat kerja sama kedua negara di berbagai bidang, khususnya sektor geothermal dan perikanan. Kedua pihak kemudian melanjutkan acara dengan bertukar pikiran mengenai langkah-langkah memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin dengan baik selama ini.

Presiden Islandia secara antusias menyambut secara hangat kunjungan delegasi DPR ke Islandia dan sepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara di berbagai bidang, khususnya di bidang energi baru dan terbarukan geothermal yang menjadi ikon energi Islandia.

Delegasi DPR memaksimalkan waktu kunjungan untuk melakukan pertemuan marathon dengan think-tank (akademisi), serta sejumlah perusahaan dan pelaku industri di sektor energi geothermal dan perikanan yang menjadi sektor-sektor andalan Islandia. Perusahaan dan lembaga tersebut yaitu: Iceland Geosurvey (ISOR), Green Energy Geothermal (GEG),dan Svartsengi Power Plant. Guna melengkapi wawasan yang diperoleh pada sesi pertemuan, rombongan juga menyaksikan langsung direct-use application geothermal Svartsengi Power Plant.

Serangkaian pertemuan marathon tersebut berhasil memperluas wawasan dan pengetahuan para legislator Indonesia tentang bagaimana Pemerintah Islandia mengelola pusat penelitian yang menopang industri geothermal Islandia.

"Di Islandia, penelitian geothermal telah dimulai sejak tahun 1945 dibawah Instansi pemerintah. Kini, Islandia Geo Survey melanjutkan penelitiannya sebagai lembaga negara independen," ujar Agus Hermanto.

Lebih lanjut, memiliki pusat penelitian yang hebat adalah kunci untuk memperbaiki pemahaman mengenai geothermal, serta dapat menurunkan tingkat risiko dalam kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan pemanfaatan.

"Pada tahap awal, program ini berfokus pada kegiatan eksplorasi sampai dengan pengeboran eksplorasi yang kemudian data yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi dasar dokumen tender Wilayah Panas Bumi (GWA)," tambah Agus Hermanto.

Sementara itu, Dubes RI untuk Republik Islandia, Yuwono A. Putranto, menambahkan kunjungan delegasi DPR ke Islandia merupakan kunjungan yang bersejarah karena merupakan kunjungan yang pertama kalinya ke Islandia dan diharapkan dapat semakin meningkatkan hubungan antar parlemen kedua negara, yang sekaligus menguatkan hubungan yang sudah terjalin dengan baik pada tataran G-to-G maupun B-to-B.

Dubes Yuwono secara khusus berharap pada gilirannya kunjungan muhibah DPR ke Islandia ini dapat membuahkan kerja sama konkrit dalam memanfaatkan secara maksimal sumber geothermal dunia yang sekitar 40 persennya berada di Indonesia.

"Power plant Svartsengi merupakan contoh konkrit pemanfaatan optimal sumber energi geothermal yang cost-effective, reliable, renewable, sustainable dan environmentally friendly, sekaligus dapat juga dijadikan objek pariwisata pemandian air panas belerang. Jadi hampir semua dapat dimaanfatkan dan bernilai ekonomi," ucapnya.

Delegasi DPR juga mengadakan pertemuan secara intensif dengan United Nations University - Geothermal Training Programme (UNU-GTP), United Nations University - Fisheries Training Programme (UNU-FTP), industri perikanan HB Grandi dan meninjau processing unit yang dimiliki HB Grandi. Hal yang menarik dalam pertemuan dengan Management Board UNU-GTP adalah keikusertaan sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di UNU-GTP pada pertemuan ini.

"Dengan menyaksikan langsung sambutan hangat dan antusiasme dari Ketua Parlemen Islandia, Presiden Islandia, para petinggi dan direksi dari lembaga-lembaga/industri-industri geothermal dan perikanan Islandia atas kunjungan delegasi DPR tersebut, saya sangat optimis bahwa meskipun letak geografi Indonesia dan Islandia sangat jauh, namun hubungan kedua negara di masa mendatang akan semakin menguat, baik di tingkat pemerintah maupun parlemen, yang akan diisi dengan berbagai bentuk kerja sama konkrit, khususnya potensi besar dalam pengembangan energi baru dan terbarukan geothermal, perikanan dan pendidikan/training geothermal dan perikanan, di samping mendorong perampungan perundingan IE-CEPA dalam waktu dekat," demikian Dubes Yuwono dalam rilis Humas KBRI Oslo. [rus]

Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)