Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Taufik Dorong Kader Muhammadiyah Tidak Hanya Jadi Penonton

DPR RI / SELASA, 16 MEI 2017 , 14:50:00

Taufik Dorong Kader Muhammadiyah Tidak Hanya Jadi Penonton

Taufik Kurniawan/Net

RMOL. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menjadi pemateri inti dalam Stadium General dengan tema 'Perkembangan Politik Indonesia Kontemporer' di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin kemarin (15/5).
Dalam kuliahnya, Taufik mendorong agar kader-kader Muhammadiyah bisa mengambil peran penting dalam pengambilan kebijakan nasional.

Di tengah situasi politik nasional yang memgalami dinamisasi, dia menekankan agar semua upaya politik harus mengedepankan kepentingan rakyat.

Politisi dari Fraksi Partai PAN ini mengatakan meskipun Muhammadiyah tidak berpolitik secara praktis, namun naluri dakwa generasi muda kader Muhammadiyah bisa mewarnai setiap unsur kehidupan sosial masyarakat, demi kepentingan bangsa dan negara.

"Kader-kader Muhammadiyah, kita tidak boleh terjebak oleh seremonial dan retorika saja, tapi manfaatkanlah jalur konstitusional, rakyat bisa memilih dan menentukan. Meningkatkan peran dan fungsi kader-kader Muhammadiyah menjadi bagian dari stakeholder dalam proses pengambilan keputusan," tegas Taufik seperti rilis Parlementaria, Selasa hari ini.

Di hadapan para civitas akademika UNIMUS dia menyampaikan harapan, hendaknya para kader Muhammadiyah tidak hanya menjadi penonton saja dalam dinamika perpolitikan nasional. Dia mendorong agar generasi muda bangsa menjadi bagian dari solusi menghadapi masalah nasional.

"Meskipun Muhammadiyah tidak berpolitik tapi kader-kader Muhammadiyah ada dimana. Harapan yang diinginkan tidak hanya sebagai penonton, tapi juga menjadi solusi dari bangsa ini," jelas Taufik.

Selain itu dia juga mendorong agar generasi muda Muhammadiyah bisa menjadi benteng penjaga moralitas dalam transformasi kultural. Transformasi kultural yang dimaksud adalah pesatnya kemajuan teknologi informasi yang tanpa filter.

Meskipuan ada sisi positif, namun harus difilter sisi negatifnya. Menurut Taufik sisi negatif yang harus difilter adalah penyebaran konten pornografi, aksi radikalisme, judi online, dan banyak hal negatif lain yang bisa merusak generasi bangsa.

"Kemajuan teknologi informasi itu memiliki dampak negatif dari internet, online sistem, media sosial ini menjadi hal yang harus kita filter kalau tidak bisa membahayakan kehidupan sosial kita," demikian Taufik Kurniawan. [rus]

Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)