Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Komisi I Terus Perjuangkan Modernisasi Alutsista

DPR RI / SELASA, 04 APRIL 2017 , 18:33:00

RMOL. Komisi I DPR RI mengaku bangga kepada pilot-pilot TNI AU yang dengan gagah berani menerbangkan pesawat tempur F16 A/B TS-1603 yang dilengkapi peralatan canggih dalam latihan dan pengamanan wilayah NKRI. Meski begitu, peralatan tidak mendapatkan perawatan atau maintenance yang bagus sehingga pesawat tergelincir di landasan bandara.
"Ini menjadi perhatian Komisi I agar dalam perencanaan di Kemenhan betul-betul cermat, jangan sembarangan," kata anggota Komisi I Djoko Udjianto dalam keterangannya, Selasa (4/4).
 
Anggota Fraksi Partai Demokrat asal Dapil Jateng III itu menjelaskan, dalam kurun 2015-2016, terjadi beberapa kecelakaan pesawat militer milik TNI AU. Pesawat yang mengalami kecelakaan pada tahun 2015 adalah F16 yang terbakar di Lanud Halim Perdana Kusuma pada 16 April 2015, dan pesawat T-501 Golden Eagle di Yogyakarta pada 20 Desember tahun yang sama.
 
Pada 10 Februari 2016, pesawat Super Tucano jatuh di Malang, Jawa Timur, kemudian pesawat F16 A/B TS-1603 tergelincir di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru pada 14 Maret.
 
"Ini kan alat mahal yang dioperasikan oleh orang-orang pintar. Penerbangnya pasti orang-orang pilihan, cerdas, pintar dan dipercaya untuk mengoperasikan barang mahal yang nilainya Rp 800 miliar," kata Djoko.

TNI AU, lanjutnya, mempunyai pilot-pilot yang oke tapi jangan yang diterbangkan pesawat yang buruk. Apalagi investasi untuk menjadi penerbang sangat luar biasa.
 
"Jadi, mengelola aset negara yang nilainya Rp 800 miliar itu harus betul-betul diperhatikan, jangan setengah-setengah. Karena Komisi I serius betul memperjuangkan anggaran TNI dalam rangka alutsista yang modern ini," jelas Djoko.
 
Sebagai salah satu pimpinan di Badan Anggaran DPR, Djoko pun akan konsentrasi penuh dalam rangka memenuhi Minimum Essential Force (MEF).

"Tetapi perlu diketahui bahwa di TNI itu kalau diberi anggaran tidak pernah habis, minta anggarannya lebih tapi tidak pernah dipakai habis. Jangan juga asal beli, seperti beli pesawat tempur Leopard tidak bisa jalan, beli kapal selam terpedonya tidak bisa lepas," imbuhnya. [wah]


Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)